Ketua DPD AKSI Provinsi Jambi kepada media pada jumat (03/07/2026)melalui via telpon menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
"Kami mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai wujud nyata komitmen negara dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas. Program ini harus terus diperkuat karena manfaatnya sangat besar, baik bagi dunia pendidikan maupun bagi perekonomian masyarakat desa," ujar NURKHOLIS
NURLHOLIS menjelaskan,pelaksanaan MBG juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Program tersebut membuka peluang pasar bagi hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM sebagai penyedia bahan pangan.
"Program ini memberikan kepastian pasar bagi para petani dan pelaku UMKM. Selain itu, keberadaan dapur MBG mampu menyerap puluhan tenaga kerja di setiap wilayah sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat desa," ujarnya.
NURKHOLIS menjelaskan, peran pemerintah desa sangat penting dalam mendukung keberhasilan program ini, mulai dari memastikan ketersediaan bahan pangan lokal hingga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan MBG berjalan optimal.
DPD AKSI Provinsi Jambi siap bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
"Kami siap mendukung dan mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya di jambi.
Program ini bukan hanya menjawab persoalan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan," ungkap Nurkholis.
Dengan target menjangkau jutaan penerima manfaat secara nasional hingga tahun 2029, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menekan angka stunting dan gizi buruk, sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan petani, UMKM, dan tenaga kerja lokal. (**)








































































































































































































































































Social Plugin